Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Rabu, September 19, 2012

Partai Oposisi Bersama Kerajaan Menangani Konflik di Selatan



Partai Demokrat Oposisi Abhisit Vejjajiwa dangan Kerajaan Partai Pheu Thai Perdana Menteri Yingluck mengumpulkan kekuatan menangani masalah  di daerah rawan Selatan Thailand

Dari kanan: Perdana Menteri Yingluck
Pada Selasa (18/9) Ketua Partai Demokrat yang beroposisi, mantan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiwa mengumpulkan kekuatan bersama-sama dengan pemerintah Thailand Kerajaan Partai Pheu Thai mengusahakan langkah menangani situasi rumit di daerah paling Selatan Thailand.  Kesepakatan  dalam berpartisipasi pada  upaya bersama ini  berasal dari  imbauan yang terus-menerus dari pemerintah Thailand dalam waktu lalu mengenai partisipasi bersama dari partai-partai politik dalam menangani situasi rawan di daerah paling selatan Thailand. Abhsit Vejjajiwa juga memberitahukan:

"Keputusan tentang partisipasi yang diajukan Partai Demokrat ini karena Perdana Menteri menyetujui berpartisipasi dalam semua perbahasan bersama dan kehadiran dari unsur Partai Demokrat akan  terdiri dari  para legislator di daerah Thailand Selatan".


Kiri: Abhisit Vejjajiwa ketua Partai Demokrat

Daerah Thailand Selatan adalah daerah dimana Partai Demokrat selalu  memperoleh  suara  tinggi dalam semua kampanye pemilu  dalam masa beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu, keputusan Partai oposisi kali ini akan menciptakan banyak kesempatan dalam memecahkan masalah atas situasi rumit di daerah paling selatan Thailand. 

Kerajaan Thailand telah menghabiskan dana sebesar USD3,5 Milyar atau sekira Rp320 Triliun (Rp 9145 per USD) dalam operasi militer untuk menumpas geriliwan pro kemerdekaan Patani namun konflik selama delapan tahun terakhir tetap meningkat.

Setidaknya 535 orang tewas tahun lalu dalam konflik yang terjadi pada tahun 2011. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari tahun 2010 yang mencapai 521. Hampir dua orang tewas setiap harinya di Thailand Selatan. Ini jelas sangat mengkhawatirkan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar