Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Selasa, Januari 31, 2012

Teror Tentera Kerajaan Thai Menembak 4 Orang Penduduk Desa



Jam 08.30 pm pada tanggal 29/01, Tentera Thailand menembak mati empat orang termasuk seorang laki-laki lansia dan seorang remaja di ‘Wilayah Kerajaan Ujung Selatan’ yang dilanda kekerasan karena mereka khawatir diserang, kata polis Senin.

Korbannya adalah sanak saudara laki-laki Muslim yang kembali dari pemakaman dengan sebuah truk, kata pengemudi kendaraan itu kepada polis di Pattani, salah satu dari tiga provinsi paling selatan yang diganggu pemberontakan yang sudah lama berlangsung.

"Pasukan angkatan darat melihat truk pickup dan memintanya agar berhenti. Mereka mendengar suara tembakan dan mengira mereka ditembaki, sehingga mereka menghantam truk itu dengan tembakan, menewaskan empat orang dan melukai lima orang lainnya," sebut laporan polis tentang insiden Minggu malam tersebut.

Lansia berusia 70 tahun dan remaja 18 tahun tewas, sementara lima orang serta anak-anak terluka diantaranya berusia 14, 15 dan 19 tahun, dan seorang lansia 76 tahun.

Dua senjata ditemukan di dalam truk, meskipun laporan tersebut tidak mengungkapkan apakah salah satunya pernah ditembakkan. Polis mengatakan pengemudi tersebut mengatakan kepada polis bahwa senjata tersebut bukan milik siapa pun di dalam truk itu.
"Kami harus menyelidiki insiden ini secara hati-hati dan saya akan mewawancarai pasukan angkatan darat maupun korban selamat guna memastikan keadilan atas kedua belah pihak," kata Kolonel Polis Chonnawee Chamareuk, Kepala Polis distrik Nongjik.

Namun warga setempat mengatakan bahwa korban yang tewas tidak punya kaitan dengan kelompok pemberontak dan merupakan penduduk biasa.

Para kerabat korban dan warga desa berkumpul pada Senin dan menyuarakan kemarahan mereka terhadap  militer karena apa yang mereka katakan melakukan penembakan dan pelanggaran  hukum, mengklaim penutupan,  dan bersikeras bahwa mereka yang tewas adalah pemberontak.

Warga di wilayah tersebut mengeluhkan sejarah panjang diskriminasi terhadap etnis Melayu Muslim oleh penguasa di negara yang mayoriti penganut Budha, termasuk dugaan pelanggaran oleh angkatan bersenjata.

Menurut angka terakhir dari Deep South Watch, yang secara ketat memonitor konflik bagian selatan, hampir 5.000 orang -- baik Budha maupun Muslim -- telah terbunuh dan 8.300 orang luka-luka sejak kerusuhan mulai pada 2004.

Thailand selatan merupakan kawasan yang bergejolak karena perjuangan Kemerdekaan Patani untuk memisahkan diri dari pemerintah Bangkok.

Warga Melayu di Selatan Thaialnd merupakan mayoriti penduduk di tiga provinsi di wilayah selatan negara itu, yaitu Pattani, Yala, dan Narathiwat.
Yala, Pattani, dan Narathiwat adalah bagian dari kesultanan Kerajaan Melayu Patani sebelum dianeksasi oleh Siam-Thailand yang mayoriti beragama Buddha pada 1909. Sejak saat itu, ketegangan membara dengan kebencian yang berjalan makin mendalam di antara warga keturunan Melayu setempat tentang keberadaan dan pelaksanaan pasukan keamanan.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar