Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Minggu, Januari 01, 2012

10 Tahun Mendatang, Pemerintah Thailand Akan Kalah Perang Melawan Pejuang Kemerdekaan Patani


Penasehat Militer Senior Thailand Memperingatkan pemerintah akan kalah perang melawan Pejuang Kemerdekaan Patani  jika dalam 10 tahun mendatang tak  bisa menemukan solusi damai.

“Kebijakan BRN- Coordinate adalah menyedar, membina dan mencetak massa semagat Nasionalis yang anti kolonialis Siam dengan terorganisir rapi dan matang.”



Seorang penasehat militer senior Thailand memperingatkan pemerintah akan kalah perang melawan pemberontak, jika dalam 10 tahun mendatang tak juga bisa menemukan solusi damai di wilayah selatan yang bergejolak.

Chaiyong Maneerungsakul anggota Administrasi dan Pengembangan Dewan Penasehat Provinsi Perbatasan Selatan Administrasi Pusat (SBPAC), menyebut pemberontakan di tiga provinsi perbatasan selatan Pattani, Yala dan Narathiwat intensitasnya terus meningkat setelah berada dibawah komando Barisan Revolusi Nasional -Coordinate (BRN-Coordinate).

Menurutnya hampir separuh rakyat di daerah operasi itu merupakan warga netral. Sementara separuh lainnya terbagi antara pro pemerintah dan pro kemerdekaan Patani “Namun gerakan Pejuang Pembebasan Patani mengambil kendali dari kelompok orang dan membuat mereka percaya pemerintah tidak dapat memecahkan masalah,” katanya.

Dengan taktik gerilya, gerilyawan akan beroperasi di bawah arah untuk menghancurkan apapun milik negara, baik itu kereta atau pos kekuasaan. Mereka melakukan penyergapan dan serangan dengan segala macam bom.

Sementara struktur BRN-Coordinate yang masih sama sekali gelap, rinciannya bahkan tidak diketahui oleh kader-kadernya.
 
Dalam sekitar 10 tahun, jika perang gerilya masih tetap kuat, pemerintah akan menjadi pecundang karena orang di daerah yang bermasalah tidak akan lagi mentolerir penderitaan dan akhirnya mendesak pemerintah untuk mengakui kekalahan.

“Penganut buddha Thailand di wilayah itu telah dipindahkan, termasuk banyak Muslim Thailand telah mengambil tindakan yang sama,” kata Chaiyong.

Di tiga provinsi itu BRN-Coordinate juga telah ditunjuk pemerintah bayangan seperti kepala desa, tambons, kabupaten dan kepala provinsi.

Lebih dari 5.000 orang telah tewas dan sekitar 9.000 cedera di tiga propinsi perbatasan sejak gerilyawan Kemerdekan Patani memulai lagi aksi kekerasan di Januari 2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar