Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Senin, April 27, 2015

ACSC/APF 2015 in Conflict Patani Southern Thailand

WHO IS PATANI..?
Where is Patani in ASEAN..?

ASEAN CIVIL SOCIETY CONFERENCE
ASEAN PEOPLE'S' FORUM WORKSHOP dan Forum Buiding Youth Solidarity Networks For Sosial Justice in Conflict Areas in ASEAN (ACSC/APF) 2015

(Jaringan Pemuda Membangun Solidaritas Keadilan Sosial di Daerah Konflik di ASEAN)

Forum ACSC/APF 2015 yang berlangusung 21-24 April di Kuala Lumpur Malaysia. Terdapat wakil dari Malaysia, Patani (Thailand Selatan), Asia Selatan, dan Kamboja dan wakil Pemuda ASEAN dalam membangun jaringan solidaritas pemuda untuk keadilan sosial di daerah konflik.

Pemuda dari Patani mengadakan sesinya dalam pertemuan ASEAN People Forum 2015 memperkenalkan tentang Patani diantaranya Siapa itu Patani, dan memberi penjelasan konflik kekerasan di Patani Selatan Thailand.

Pemuda wakil Patani Thailand Selatan, Arfan mengatakan "konflik kekerasan di Patani Selatan Thai berlaku perkosaan dan tindakan kekerasan aparat tentera kerajaan keatas warga muslimah yang beretnis Melayu di bahgian provinsi Selatan, berlaku demontrasi pada tahun 2007 di masjid Jamek provinsi Pattani dimulai setelah gadis muda Melayu diperkosa oleh 7 aparat militan tentera Thailand di depan ibu mangsa". Wakil pemuda Patani untuk solidaritas keadilan sosial di ASEAN mengatakan "hampir 6000 wanita di Patani jadi janda dan anak yatim".

Hingga sekarang sudah 10 tahun masyarakt Melayu di provinsi Thailand Selatan terus hidup dibawah kekerasan hukum Martial, ujar Arfan.

"orang di Patani percaya pada kekuatan pemuda karena pemuda paling memiliki energi dan semangat untuk memperjuangkan semua masalah yang tidak adil tetapi Pemuda di Patani kurangnya ruang yang aman untuk menyuarakan Hak, jaringan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan dan mencapai isu Patani Selatan Thailand kepada orang lain, khususnya di ASEAN. Kami berharap pemuda ASEAN dapat bersatu bersama-sama untuk memperjuangkan hak yang harus kita memiliki", tambah Arfan.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar