Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Sabtu, Agustus 23, 2014

Patani: Bangsa Yang Hilang (1), Periode 1902-1922


Sejak pemerintah colonial Thailand memasukkan Kerajaan Melayu Patani ke dalam negara berbangsa Thai pada tahun 1902, telah berulang kali terjadi protes dan angkat senjata melawan kekuasaan pemerintah Thailand. Faktor utama yang telah membantu mendukung perjuang pembebasan Melayu Patani adalah etnisitas dan solidarity kemalayuan. Kedua factor itu juga membedakan mereka dari masyarakat Siam-Thailand. Bangsa Melayu dan etnisitas Melayu Patani digunakan untuk memobilisasi rakyat menentang campur tangan pemerintah colonial dalam urusan masyarakat Melayu di Thailand Selatan. 

Melayu di tiga provinsi Pattani, Yala Narathiwat dan empat kabupaten provinsi Songkla di Thailand Selatan memiliki sejarah panjang sebagai bangsa yang merdeka atau taklukan. Proses colonial memasukkan propinsi-propinsi paling selatan itu ke dalam kerajaan Thai (Thailand), merupakan suatu proses pedekatan dengan kekerasan militeristik dan tertindas. Pada pertengahan abad ke-19, PATANI merupakan kerajaan Melayu terbesar di Selatan telah menjadi pokok sengketa antara Inggris dan para pemimpin Thai di Bangkok sehingga kerajaan Thai terpaksa mengadakan pembaruan administratif atas pertimbangan keamanan nasional dan efisiensi dalam urusan negara. Setelah pembaruan 1902 itu, dimulailah gerakan angkatan senjata menentang kekuasaan colonial Thai. 

Gambar: Raja Patani, Abdul Kadir 
Reaksi kolektif pertama atas program pembaruan keatas bangsa Patani terjadi pada tahun 1903, satu tahun setelah dimulainya pembaruan. Gerakan itu dikoordinasi oleh Raja Patani, Abdul Kadir, yang menempuh sebuah strategi bercabang dua, yaitu perlawanan umum untuk memancing tindakan-tindakan penindasan yang lebih keras dari pihak penguasa sehingga akan mencetuskan konflik hebat terhadap sistem baru itu, dan berusaha untuk minta campur tangan asing, terutama dari Inggris. Dalam periode ini, pertempuran senjata bertempat di Namsai yang berlangsung pada tahun 1922 menjadi peristiwa penting bagi perjuangan kemerdekaan Patani di mana anggota-anggota kerabat raja bersama para pemuka bangsawan bertempur dengan para pejabat Siam di sebuah daerah pemukiman pedesaan Pattani. Banyak korban yang jatuh sebelum pertempuran senjata itu dapat dipadamkan. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar