Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Rabu, April 10, 2013

Seni Lukis Sejarah Antara Sindiran dan Teguran

Inilah seni yang ingin dipertunjukkan pelukis. Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. 

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambarkan. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan, cita-rasa atas penderitaan dan cita-rasa atas pembuktian sebuah sejarah tertentu.

Muncul sebuah gerakan revolusi di Patani Selatan Thailand ini membuat banyak pemerhati pelukis beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah 'kerakyatan', 'penindasan', 'Kezaliman' dan sebagainya. Objek yang berhubungan dengan gelombang sejarah dianggap sebagai tema yang pembentukan suatu bangsa, sehingga melahirkan abstraksi.

Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukisan terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.

Sebuah perwujudan ekspresi diri secara bebas di ruang publik. Di jalanan. Budaya masyarakat Melayu yang tinggal di Selatan Thailand dan menghadapi problematika kehidupan yang kejam ditengarai sebagai penyebab munculnya peradaban seni urban.

Lukisan ini merupakan sebuah bukti sejarah Patani yang masih sakit. Dalam peta ujung Siam (Thailand) menunjuk pada bagian kaki ditusuk oleh paku yang bisa mengambarkan di Selatan ini masih mengalir darah pada tusukan suatu benda yang tajam sehingga bisa merasa kesakitan seluruh pada badan orang itu.

Inilah seni, bisa begitu kejam. Mengingat apresiasi masyarakat terhadap sebuah karya tak bisa diganggu gugat. Penikmat seni sah-sah saja menjadi bagian dari Masyarakat Melayu di Selatan Thailand. Mengkritisi, bahkan menyetujui apa yang telah mewujud menjadi karya. Pun, jika seni itu serupa lukisan di pada Peta Thailand.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar