Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Senin, April 08, 2013

RI Jadi Fasilitator 'Konflik Sosial' di Selatan Thailand

Menteri Agama RI Suryadharma Ali
Thailand berharap Indonesia melalui Menteri Agama RI Suryadharma Ali bersedia menjadi fasilitator konflik di wilayah Selatan negara tersebut. Pengalaman menangani konflik di Indonesia serta kerukunan beragama di Indoensia menjadi modal penting untuk membantu meredakan konflik di Pattani.

Dalam kunjungan dua harinya ke Kementerian Agama, delegasi Thailand yang dipimpin oleh Kolonel Polis Tawaee Sodsong. Senin (8/4) meminta sejumlah masukan pada Kementerian Agama dan Kementerian Pertahanan RI. “Kami mendapat banyak ilmu dari Indonesia dalam penanganan Konflik Sosial, hasilnya akan segera diterapkan,” kata Sekretaris Jenderal Pusat Pemerintahan Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan Thailand ini

Menurutnya, pola penanganan konflik di Indonesia yang dipelajari sangat cocok untuk diterapkan di Thailand. Apalagi Indonesia sebagai negara majority Muslim dan mengakui beberapa agama punya beberapa model penyelesaian konflik. Jika bersedia Tawaee berharap Suryadharma bisa kembali mengunjungi Pattani dan wilayah selatan Thailand lainnya. “Kami berharap Menteri Agama bersedia kembali berkunjung ke Thailand untuk membantu meredakan konflik Selatan Thailand,” ujarnya.

Menag menerima delegasi SBPAC
Dalam kunjungan Suryadharma sebelumnya ke Patani beberapa waktu lalu diakui Tawaee efektif untuk meredakan konflik yang ada. Kelompok atau faksi yang bertikai bisa diberikan pemahaman untuk menghentikan aksi kekerasan yang ada. Pendekatan keagamaan menurut Tawaee terbukti efektif yang dilakukan Suryadharma karena majority penduduk di Patani adalah Melayu Muslim.

Indonesia menurut Tawaee bisa dicontoh dalam soal kerukunan umat beragama. Meski terdiri dari banyak agama, tidak ada kecurigaan antar pemeluknya. Sementara itu Suryadharma menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah Thailand kepadanya.

Konflik berkepanjangan di Selatan Thailand menurut Suryadharma mengundang perhatian rakyat Indonesia. “Belum banyak yang bisa saya berikan, tapi secara utuh pemerintah Indonesia prihatin atas konflik yang terjadi dan perlu segera dituntaskan,” kata Suryadharma.

Thailand menurutnya sudah seperti saudara bagi Indoensia. Karena itu penting untuk saling berbagai antara pemerintah kedua negara. Termasuk berbagi masalah dan solusinya.

Bukan hanya soal konflik, kerjasama yang terjalin hasil dari kunjungan kali ini menurut Suryadharma juga menyangkut pendidikan, kebudayaan, dan masalah keagamaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar