Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Minggu, Oktober 14, 2012

Penyadap Karet Ditembak Kelompak Gelap




Seorang pria ditembak mati di kebun karetnya sendiri pada Sabtu pagi (13/10) dalam serangan kelompak gelap terbaru di desa Tanjung Lima, Rangea provinsi selatan Narathiwat, kata Kantor Berita Thailand.

Korban diidentifikasi sebagai Sama-ae Royee, 58 tahun, pemilik perkebunan karet warga etnis Melayu di Kabupaten Narathiwat Rangae.


Dia ditembak mati setelah ia selesai menyadap pohon karetnya dan hendak kembali ke rumahnya.


Sama-ae meninggal di tempat kejadian di dekat sepeda motornya saat ia ditembak dua kali di leher dan punggung. 


Memperingati pada tahun 2005 bulan November, sebelumnya didesa Tanyonglimo pernah berlaku penyerangan menyusul insiden yang terjadi ketika dua marinir ditikam penduduk setempat karena diduga telah membunuh dua penduduk di desa tersebut. 

Sekitar 300 warga desa menghalangi pihak keamanan yang hendak masuk ke kawasan itu untuk melakukan investigasi. 

Setelah berhasil membujuk warga desa, baru Gubernur Narathiwat dan sekitar 3.00 polis dan tentara diizinkan untuk memasuki desa sepuluh jam setelah serangan terjadi. 

Squad kematian bentukan pemerintah Thailand selama ini selalu diduga berada dibalik pembunuhan dan penyerangan secara diam-diam terhadap warga Melayu Muslim di provinsi perbatasan selatan. 

Korban adalah yang terbaru dari lebih 5.000 kematian, yang telah tewas sejak aksi kekerasan meletus di provinsi-provinsi selatan yang bergolak Yala, Pattani dan Narathiwat pada tahun 2004.

Wilayah itu dulunya adalah kesultanan Melayu Patani sampai dianeksasi Bangkok pada sekitar seabad lalu, dan sejak itu sering terjadi konflik peperangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar