Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Kamis, Mei 03, 2012

“It`s a Malay world!, Orae Nayu Kecek Nayu..’’


Sebagian besar masyarakat Patani, utamanya kalangan dewasa hingga tua, lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Patani atau Kecek Nayu (dialek Melayu). Telinga Indonesia mungkin agak sulit menangkap percakapan dalam Kecek Nayu apabila mereka berbicara cepat. Namun apabila berbicara lambat, maka banyak kesamaan bahasa dengan Melayu Malaysia ataupun Bahasa Indonesia. Mereka menyebut `Babo` untuk memanggil `Bapak.` Menyebut `Toh Ayah` untuk memanggil Kakek dan `Siti` untuk memanggil `Nenek.` Menyebut dirinya sendiri sebagai Orae Nayu (orang Melayu).

Anak-anak muda Melayu di selatan Thailand jika hari sabtu dan minggu yang libur, anak anak muda ini akan belajar madrasah di masjid atau di gedung sekolah, jadi anak anak sekolah madrasah belajar mengaji, belajar bahasa Arab dan juga belajar bahasa Melayu. Sehari harinya, hari lain disini, hari isnin sampai dengan jumaat, anak anak ini akan belajar di sekolah nasional, sekolah Siam

Secara bahasa maupun kultural, Melayu Patani amat dekat dengan Melayu Kelantan (Malaysia). Karena secara geografis mereka bersisian dan secara historis adalah bagian dari kesultanan yang sama lima abad Silam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar