Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Jumat, Oktober 24, 2014

Tentera Lepas Tembakan, Tiga Luka Satu Kanak Perempuan Tewas


Tiga luka-luka dan seorang kanak perempuan meninggal dunia kena lepasan tembakan dari aparat tentera di desa Hute Jele, daerah Bacok provinsi Narathiwat.

Peristiwa berdarah ini berlaku pada hari kamis (23/10). Keluarga mangsa terdapat tiga luka-luka dan seorang kanak perempuan berusia 10 tahun meninggal dunia. Keganasan ini diberi penjelasan dari pihak tentera demi menjalankan tugas. Bahwa benar salah satu anggotanya melepas tembakan keatas mengsa yang sedang memandu picup dijalanan pada waktu malam. Pada seketika itu, mereka diberi arahan untuk berhenti oleh tentera. Keluarga mangsa ketakutan dari seragam hitam dipenuhi senjata. Mangsa terus memecutkan mobil karena kepanikan, dengan itu berlaku lepaskan tembakan keatas mangsa. Pihak tentera membayar kompensasi keatas keluarga mangsa dengan jumlah uang lima ratus rubu baht.

Tindakan ini jelas melihat militer jauh lebih tak bermoral. Mereka bertindak brutal, bahkan tanpa pandang bulu apakah sasarannya anak-anak atau orang-orang tua. Mereka dengan semena-mena melepas tembakan orang-orang tak berdosa secara brutal.

Uang kompensasi hanya menjadi taruhan nyawa bagi seorang bocah yang tidak berdosa, di manakah keadilan dalam melibatkan kesalahan keatas aparat militer yang melakukan tidakan penjenayah kriminal .. ??

Lihat Sambungan - Aparat Tentera Melarang Mahasiswa Melawat Keluarga Korban, di: http://dangerofpatani.blogspot.com/2014/10/aparat-tentera-melarang-mahasiswa.html


 Malam Berdarah, Tiga Luka Satu Bangkai !!

 panas terik malam campuran merah
 terbawa angin ancaman ke mana-mana
 koran hari ini memberitakan
 tiga warga desa di tembak aparat tentera
 satu kanak menjadi bangkai tidak berdosa 

 korban kekarasan
 muncul kembali ke permukaan
 air mata bersimbah darah
 aparat malang-melintang di jalanan
 warga desa bangkit dari ingatan

 mereka yang dulu diam
 kali ini
 cerita itu siapa akan membantah
 waktu juga yang menyingkap
 retorika aparat penguasa 
 walau senjata ditodongkan kepadamu
 walau sepatu di atas kepalamu
 di atas kepalaku
 di atas kepala kita

 ceritakanlah ini kepada siapa pun
 sebab cerita ini belum tamat !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar