Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Sabtu, Maret 02, 2013

Bom Sepeda Motor, Ranger Militer Dua Tewas Enam Luka-Luka

Serangan hari kedua dalam kesepakatan menggelar perundingan damai.  
Bila dilihat dari polanya, serangan ini dilakukan atas penentangan pembicaraan dengan pihak berwenang Thailand. Mereka menilai perjanjian tersebut dicapai dalam konteks konstitusi Thailand, sehingga dikhawatirkan tidak akan ada swatantra bagi negara-negara selatan.
Bom Sepeda motor yang diduga didetonasi oleh geriliyawan meledak di Selatan Thailand  pada Sabtu (2/3). Insiden tersebut sasaran pada ranger militer dua terbunuh dan enam ranger militer luka-luka parah yang terkena serpihan bom.





Itu adalah serangan kedua dalam beberapa hari terakhir setelah rival Barisan Revolusi Nasional (BRN)  beroperasi di area yang menyetujui perbincangan damai dengan pemerintah.

Ledakan tersebut tepatnya terjadi di sebuah jalan di Provinsi Yala,  di mana dua ranger militer tewas. Peristiwa itu menyusul aksi bom sepeda motor serupa di Provinsi Narathiwat, Jumat (1/3) yang mencederai enam orang.

Serangan terjadi setelah dua hari kesepakatan dicapai antara pemerintah Thailand dan Barisan Revolusi Nasional, faksi berjuang membebaskan Patani, untuk memulai perundingan demi mengakhiri konflik yang telah merenggut 5.000 nyawa sejak 2004 lalu.

Kesepakatan menggelar perundingan damai dimediasi oleh Malaysia. Kedua pihak bahkan telah meneken perjanjian di Kuala Lumpur untuk melaksanakan perundingan awal dalam dua pekan mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar