Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Minggu, Agustus 12, 2012

PEPIAT: Mahasiswa Asia Tenggara Galang Persatuan

Rombongan PEPIAT (Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara) Telah Memasuki Selatan Thailand
"Atas krisis yang terjadi di Asia Tenggara inilah, PEPIAT memandang serius akan kepentingan pertemuan para pemimpin organisasi pelajar Islam di di Asia Tenggara"


Dua mahasiswa wakil Indonesia untuk Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara mulai memasuki selatan Thailand. Bersama rombongan Persatuan Pelajar Islam Kelantan (PPIK) yang tergabung dalam wadah PKPIM (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia).

Keduanya adalah Raushanfikr Muthahhari (HMI MPO) dan Dahroni Agung Prasetyo (Suluh Nusantara), yang ditemani wakil PKPIM, Ibnu Ghazali.

“Telah selamat bertolak ke Rantau Panjang untuk memasuki Selatan Thailand bagi bersama dengan Persatuan Pelajar Islam Kelantan (PPIK) dalam misi Ziarah Selatan Thailand untuk meneruskan agenda resolusi Kongres Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) 2011 untuk memperjuangkan isu keamanan umat Islam di Selatan Thailand,” tulis Afif di halaman Kempen Kesadaran Thailand Selatan, Jumat (10/8/2012).

Pagi tadi mereka telah selamat memasuki tersebut untuk misi selama 3 hari yang bertujuan untuk mengetahui dari dekat kondisi umat Muslim di Patani. Dari kunjungan tersebut nantinya ditentukan tindakan selanjutnya dalam PEPIAT, berupa sumbangan ataupun menyuarakan hak warga Patani di dunia internasional agar konflik berkepanjangan tersebut teratasi.


Menerusi Agenda Resolusi Kongres PEPIAT 2011

Kongres Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur (5-7 Juli 2011) secara khusus membahas isu-isu kekerasan di Selatan Thailand. Selain dihadri oleh organisasi-organisasi PEPIAT seperti Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan sebagainya, diundang juga peserta dari Selatan Thailand.

Peserta dari Selatan Thailand diundang bukan sebagai organisasi anggota PEPIAT melainkan sebagai nara sumber untuk menceritakan kondisi terkini di Selatan Tailand. Salah satu organisasi yang diundang adalah dari Yayasan Pendidikan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Thailand (FEHRD), tokoh agama dan korban kekerasan tentara di wilayah Selatan Thailand.

Direktur FEHRD Isama-ae Salae memberikan paparananya mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di Selatan Thailand. Menurut Isama-ae, kekerasan di Selatan Thailand berlangsung secara terus menerus dan tidak terekspos ke dunia luar. “Bahkan dalam dunia Islam sendiri, penindasan yang dialami oleh warga Muslim Melayu di Selatan Thailand tidak pernah di bahas secara khusus”, demikian kata Isama-ae.

Atas krisis yang terjadi di Asia Tenggara inilah, PEPIAT memandang serius akan kepentingan pertemuan para pemimpin organisasi pelajar Islam di di Asia Tenggara tersebut.

“Selain membahas nasib saudara-sudara di Thailand, pertemuan yang antara lainnya bertujuan untuk merapatkan lagi hubungan ukhwah sesama anggota PEPIAT”, demikian disampiakan oleh Sekretaris Jenderal PEPIAT Muhammad Faisal Abdul Aziz.

Secara ringkas, Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) adalah sebuah organisasi yang menghimpunkan persatuan pelajar Islam yang utama dari negara-negara di Asia Tenggara. Sehingga April 2010, PEPIAT dianggotai oleh Malaysia-Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Indonesia-Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Singapura-Federation of Muslim Students Association (FMSA), National University of Singapore Muslim Students (NUSMS), Thailand-Thailand Muslim Students Association (TAMSA), Kemboja-Persatuan Pelajar Muslim Kemboja (CAMSA), dan Myammar-Myammar Muslim Students Association.

Sumber: HMINEWS.Com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar