Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Kamis, Agustus 09, 2012

Pertemuan Darurat OKI Bahas Minority Muslim



Raja Abdullah dari Arab Saudi menyerukan pertemuan darurat pada 14-15 Agustus ini bahas nasib kelompok minority Muslim.

Pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Makkah, Arab Saudi, akan membahas minority Muslim yang tinggal di negara-negara nonanggota. Raja Abdullah dari Arab Saudi pekan lalu menyerukan pertemuan darurat pada 14-15 Agustus ini. Nasib kelompok minority Muslim terkadang sangat memprihatinkan. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan persoalan itu kemungkinan merupakan salah satu agenda yang bakal dibicarakan. “Secara rutin hal ini diungkap dalam setiap pertemuan,” katanya di Jakarta, Senin (30/7).

Secara spesifik, jelas Marty, mengarah pada kondisi dan perilaku pemerintahan sebuah negara non-OKI dalam memperlakukan warganya yang Muslim. Sejumlah kasus terjadi pada komunitas Muslim, seperti di etnis Melayu muslim di Thailand selatan dan Filipina selatan. Terakhir, kekerasan dan diskriminasi yang menimpa Muslim Ro hingya di Myanmar.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pertemuan OKI mesti menghasilkan solusi efektif dalam menangani persoalan yang dihadapi kaum minority itu.

Jangan sampai mereka tertindas, baik dalam menjalani kehidupannya maupun  menunaikan kewajiban agamanya. “Paling klasik adalah Palestina,” katanya menegaskan. Seharusnya, ada formula baru yang dirumuskan OKI untuk memosisikan umat Islam lebih kuat di pergaulan dunia. Kekuatan dunia Islam tentu akan melahirkan kebaikan bagi semua umat Islam meski mereka bukan majority di sebuah negara. Ia menambahkan, di Eropa Islam menjelma sebagai agama yang kian berkembang.

Negara yang mereka tinggali memang ada yang memberikan kebebasan bagi mereka menunaikan ajaran agamanya. Sayangnya, tak jarang pula ada diskriminasi, termasuk dalam pekerjaan dan pembangunan rumah ibadah. Kalau mereka mengklaim menghormati hak asasi manusia tentu tak ada hambatan yang diterapkan pada komuniti Muslim. Di sisi lain, dalam bidang politik mereka masih belum sepenuhnya memperoleh keleluasaan. Haedar berharap perhelatan di OKI ini memicu pula persatuan negara-negara Muslim, khususnya negara Arab.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal menyatakan isu persatuan negara Muslim diangkat. Dunia Islam dinilainya kini di ambang perpecahan dan mesti ada langkah yang segera ditempuh untuk membangun persatuan, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi setiap negara Muslim. Ia mengatakan, Kerajaan Arab Saudi sudah mengirimkan undangan kepada kepala negaranegara anggota OKI untuk menghadiri pertemuan.


Sumber: www.dakwatuna.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar