Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Minggu, Maret 22, 2015

Idiologi Nasional Kolonial Siam-Thailand “Bangsa, Agama dan Raja"

Pemerintah kolonial Siam-Thailand melakukan berbagai program asimilasi yang bertujuan menggantikan identity bangsa dan cultural orang Melayu dengan idiologi nasional Siam yaitu “Bangsa, Agama dan Raja

Sejak bangsa Melayu Patani diintegrasi didalam national state Siam-Thailand pada tahun 1902, bangsa Melayu tetap melakukan perlawanan. Dua unsur yang menjadi ikatan solidarity dan tujuan perjuangan rakyat Patani, yaitu ikatan bangsa dan etnik Melayu. Disisi lain, pemerintah kolonial Thai melakukan berbagai program asimilasi yang bertujuan menggantikan identity bangsa dan cultural orang Melayu dengan idiologi nasional yaitu “Bangsa, Agama dan Raja.

Ketiga symbol itulah yang mendasai suatu pembentukan identity dan kebudayaan nasional guna mempersatukan kerajaan, idiologi nasional tersebut berakar kuat dari Budhisme. Oleh karenanya semua penduduk permanen tanpa memandang ras ataupun asal-usul cultural diseluruh wilayah kerajaan harus menjalankan asimilasi sepenuhnya ke arah cara hidup Thai guna menciptakan suatu pandangan nasional.

Hal ini berarti orang-orang Melayu Patani akan dijadikan sebagai “orang Thai” dengan jalan atau cara-cara berprilaku seperti orang Thai atau penghilangan identity kemelayuan berserta keislaman mereka. Dalam menjalankan kebijakan asimilasi pemerintah kolonial siam-Thai menggunakan tiga bidang proyek yaitu bidang hukum, pendidikan dan budaya.

Sementara itu, pemerintah kolonial dalam menangani perlawanan etnis bangsa Melayu Patani, pemerintah kolonial Siam-Thai mengeluarkan kebijakan-kebijakan dominasi yaitu kebijakan militer, kebijakan politik dan kebijakan ekonomi yang bertujuan supaya tidak ada lagi perlawanan rakyat bangsa Melayu Patani terhadap pemerintahan Bangkok Siam-Thailnd.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar