PATANI Derita Yang Tak Kunjung Usai (Right Of Self Determination)

Jumat, Februari 15, 2013

Pemakaman Asy-Syahid Dalam Serangan Fajar Berdarah


Berbeda dengan apa yang dikhawatirkan bahwa proses pemakaman akan menyulitkan keadaan, pada kenyataannya justru sekitar seribu orang masyarakat penduduk Melayu Islam Patani menyambut kedatangan jenazah magsa yang syuhada yang gugur dalam medan peperangan Serangan Fajar, Tujuh Belas Angkatan Geriliyawan Patani GugurBegitu kehadiran dari para tamu yang bertakziah semakin menambah keharuan diberikan kesempatan terakhir kalinya untuk menyaksikan jenazah. Para syuhada ditutupi kaian kapan beserta luka-luka dan darah mereka serta tidak di mandikan dan dishalatkannya. Para tamu berebut menghantarkan jenazah yang bukus kain kapan dan turut berkerumun menyaksikan pemakaman jenasah.
 
video 

Para Fuqaha berpendapat bahwa orang yang dibunuh oleh orang-orang musyrik didalam suatu peperangan atau dirinya didapati mati di lokasi pertempuran dan terdapat bekas-bekas luka atau darah maka ia tidaklah dimandikan berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Tutupi mereka beserta luka-luka dan darah mereka serta tidak usah kalian mandikan mereka.”. Tidak terdapat perbedaan didalam permasalahan ini kecuali apa yang diriwayatkan dari al Hasan dan Said bin al Musayyib. (Al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II 9360)

Para ulama Syafi’i mengharamkan memandikan dan menshalatkan orang yang mati syahid dikarenakan orang itu hidup menurut nash Al Qur’an dan apa yang diriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi saw memerintahkan terhadap orang-orang yang terbunuh dalam perang uhud untuk dikuburkan dan tidak dimandikan serta tidak dishalatkan.” Dan banyak lagi informasi yang mutawatir bahwa Nabi saw tidak menshalatkan mereka dan bersabda terhadap orang-orang yang terbunuh didalam perang Uhud,”Tutupi mereka beserta darah-darah mereka.”

Bisa jadi tidak dimandikan dan dishalatkannya orang-orang yang dibunuh oleh kelompok musyrikin agar mereka bertemu Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung dengan disertai luka-luka mereka, sebagaimana sabda Rasulullah saw bahwa bau luka-luka (mereka) seperti bau kesturi dan warnanya adalah warna darah.”…
 
Selamat jalan kesatria Pahalawan. Semoga Allah menerima Syahidmu. Aamiin

1 komentar:

  1. Innalillah..ya Allah, berikan tempat yang mulia dan sejahtera untuk mereka

    BalasHapus