Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Minggu, April 08, 2012

Kambing Hitam.. Empat Tersangka Ledakan Bom Ditangkap

"Apa yang terjadi di sini, tidak terlepas tokoh-tokoh Agama dan rakyat Melayu yang tidak berdosa tersebut telah menjadi Kambing Hitam. Tindakan militer jauh lebih tak bermoral. Mereka bertindak brutal, bahkan tanpa pandang bulu apakah sasarannya anak-anak atau orang-orang tua. Mereka dengan semena-mena masuk ke rumah-rumah, menangkapi orang-orang tidak berdosa secara brutal. Pemerintah melakukan aksi-aksi penangkapan massal terhadap kaum etnis Melayu Muslimin, pembekuan dan penghancuran sekolah-sekolah Agama Islam, termasuk penangkapan terhadap sejumlah Kiayi-Ulama dan para pemimpin Islam, menyusul terjadinya serangkaian kekerasan di wilayah etnis Melayu di Selatan Thailand yang berkelanjutan"
Kepolisian Thailand telah menangkap empat tersangka terkait rentetan ledakan bom di Thailand selatan yang menewaskan 15 orang. Keempat tersangka membantah terlibat serangan bom mobil tersebut.



Tiga pria ditahan pada Rabu, 4 April malam di sebuah rumah di Distrik Rueso, Provinsi Narathiwat dalam operasi yang melibatkan 50 polis dan paramiliter.

Dikatakan Kolonel Satarnfa Wamasing dari kepolisian Rueso, sebelum operasi tersebut, sebuah truk curian yang digunakan dalam serangan di Kota Yala terlihat di depan rumah salah satu tersangka.

"Mereka masih membantahnya namun kami punya bukti bahwa mereka bertemu untuk merencanakan serangan-serangan," kata Satarnfa kepada AFP, Kamis (5/4/2012).

Diimbuhkannya, kepolisian juga sedang menyelidiki catatan panggilan telepon yang mereka lakukan.

"Ada orang-orang lainnya yang terlibat namun saya tak bisa mengatakan berapa banyak," tutur Satarnfa.

Dikatakan Satarnfa, salah seorang tersangka adalah Ustaz yang telah 9 kali mendapatkan perintah penangkapan. Sementara tersangka keempat ditangkap di rumahnya di Provinsi Yala. Dia terekam kamera CCTV sedang mengendarai sebuah motor untuk menjemput sopir salah satu kendaraan yang dipakai dalam dua ledakan bom di Yala. Pria itu juga membantah keterlibatannya.


Hampir setiap hari terjadi serangan acak yang menggunakan senjata api maupun bom. Pemberlakuan keadaan darurat di wilayah itu makin membuat situasi memburuk karena memberikan kekebalan hukum dan mendorong puluhan ribu tentara yang ditempatkan di sana melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Bagi umat Melayu ini adalah satu kezaliman dan menambahkan lagi penderitaan warga masyarakat di Selatan Thailand. Dan ia juga melahirkan kemarahan warganya di selatan terhadap kerajaan dan ini menjadi punca keganasan di selatan yang sukar untuk dibendungkan. Impaknya amat buruk sekali terhadap warga yang beretnis Melayu. Ia melahirkan ketakutan dan keburukan kerana darurat militer ini dikuatkuasa ke atas umat Melayu Islam sahaja.   
Para pejabat keamanan Thailand merekomendasikan aturan darurat di Provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat, serta sebagian wilayah Songkhla. Bahwa Undang-undang Darurat memperluas kekuasaan pemerintah. Yakni berwenang merazia, melarang rapat massal, menyensor berita dan publikasi rahasia, membatasi perjalanan, menahan tersangka tanpa pengadilan, menyita properti, dan meyadap telepon.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar