Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Rabu, Juni 12, 2013

Perpanjang Keadaan Darurat di PATANI Selatan Thailand

Pemerintah Thailand memperpanjang keadaan darurat di kawasan Selatan negeri itu. Perpanjangan tersebut berlaku sejak Kamis (20/6/2013) sampai dengan tiga bulan ke depan. Sementara pemerintah dan Pejuang Kebebasan Patani masih melakukan negosiasi perdamaian.


Kekerasan dalam catatan otoritas Thailand masih acap terjadi di tiga provinsi di selatan, yakni Pattani, Narathiwat, dan Yala. "Perpanjangan keadaan darurat untuk ketiga provinsi ini," kata Deputi Juru Bicara Pemerintah Pakdiharn Himathongkham.  

Sementara Pemerintah Thailand juga menerima perpanjangan pemberlakukan Peraturan Keamanan Internal (ISA) di Provinsi Songkhla pada distrik Nathawi, Sabayoi, Thepha, dan Chana. Pemberlakuan ISA juga mendapatkan perpanjangan di Provinsi Pattani di distrik Mae Lan.

Pada Senin dini hari, seorang aparat keamanan tewas dan satu lagi terluka di Pattani. Mereka menjadi korban bom pinggir jalan.

Sejak 2004, ratusan orang tewas atau terluka dalam konflik bersenjata antar pemerintah kolonial Siam-Thailand dan Pejuang Kebebasan Patani. Pemerintah Malaysia, sementara itu, menjadi fasilitator untuk dialog antara Pemerintah Thailand dan Barisan Revolusi Nasional (BRN). Pejuang Patani ini adalah satu dari sekian banyak gerakan yang angkat senjata melawan Pemerintah kolonial Siam-Thailand.

Kendati demikian, dalam dua sesi dialog damai, belum ada kata sepakat berarti. Putaran ketiga dialog bakal dihelat pada Kamis (13/6/2013).

Sebenarnya Melayu Muslim di Selatan Thailand hidup berdampingan secara damai dengan warga beragama lain. Ada orang Budha, China, dan Kristen di bahgian provinsi Selatan yang mendapatkan hak sama sebagaimana warga, walaupun etnis Melayu di sini minority yang majority masyarakat Thailand adalah Budha, yaitu sekitar 90 persen.

Namun berbeda dengan kondisi PATANI di Selatan Thailand yang 85 persennya warga etnis Melayu, acapkali situasinya memanas oleh tindakan militer kolonial Thailand.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar