Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Sabtu, Januari 23, 2016

PHUTTHAMONTHON

Siam-Thailand Spesis Perompak Licik !!
Di pesisir ibukota provinsi Pattani yang mayoritas Melayu Muslim, kelak akan dibangunkan patung raksasa seperti dalam foto itu.

THAILAND adalah negara dengan agama resmi Buddha. Sebagian besar buminya dicaplok dari teritorial negeri tetangganya. Bumi eks kerajaan Lanna di bagian utara disikatnya, dan di bagian selatan, dijajahnya tanahair bangsa Melayu Patani. Jadi tidak salah menyebut bangsa Thai atau Siam spesis perampok yang tak layak berteman dengan bangsa bertamadun mana pun di dunia ini.

Belakangan ada rencana untuk membangunkan sebuah teritorial khusus untuk komunitas Buddha yang dinamakan Phutthamonthon di pesisir ibukota Provinsi Pattani. Di situ kelak akan berdiri sebuah patung Buddha dengan ukuran maha dahsyah. Maka pilihannya adalah sebidang tanah yang menghadap Teluk Patani.

Tanah seluas 100 rai (2.5 rai = 1 acre) di mukim Ru Sembilan itu 'tumbuh' dan membesar sampai menjadi sebuah areal yang membuat para petinggi Siam berencana untuk menyihir bumi yang dikangkanginya itu seolah bumi asal leluhur mereka.

Sejak belakangan umat Islam Patani bangkit melakukan protes melalui berbagai cara, diantaranya adalah LSM vokal seperti Damai Patani. NGO ini dengan keras menolak pembangunan Phutthamonton Pattani, sebab tanah itu bumi asal kaum Melayu yang bergelar Patani Darussalam.

Dr Worawit Baru, mantan Senator (elected) provinsi Pattani menyatakan, pemerintah yang punya kuasa bisa melakukan apa saja yang diinginkan. Tapi dalam kasus ini, kalau dilaksanakan juga akan menimbulkan efek tak baik terhadap proses dialog damai yang baru berlangsung. Kalau proyek yang akan menelan biaya besar itu diteruskan, manfaatnya hanya untuk segelintir penganut Buddha di tengah kelompok mayoritas Melayu Muslim. 

Worawit berpendapat, akan lebih bermanfaat kalau tanah 'tumbuh' itu dijadikan areal industri produk halal untuk keperluan ekspor.

Atau seperti kata Imam Ahmad, sebaiknya tempat itu dijadikan taman rekreasi bernuansa ASEAN. Di situ bisa dibangun apa saja yang melambangkan kemajmukan komunitas Asean, tidak untuk penganut agama tertentu saja.

Di tanah Melayu yang dijajah negara gajah putih itu sebelumnya sudah berdiri beberapa patung Buddha berukuran raksasa. Di antaranya di Lamphu, Narathiwat atas tanah seluas 140 rai. Dan yang terbesar adalah Phutthamonthon di Salaya, Nakhon Pathom, barat Bangkok di atas areal 2,500 rai, yang juga dikenali sebagai Buddhist Park.







Penulis Ahmad Latif seketika berada di Masjid Muhammadi Kota Bharu. Pada 22hb Januari jam 6.04 ptg· Kota Bharu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar