Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Kamis, Mei 31, 2012

Dunia Internasional Masih Membisu

Selatan Thailand sudah layak disebut sebagai ladang pembantaian. Terlalu banyak korban tewas tidak berdosa. Selama ini mereka hidup dalam kegamangan, lelah mencari keadilan serta merindukan nilai-nilai kebebasan sebagai manusia.
Kebiadaban militer Thailand terhadap warga etnis Melayu Muslim Thailand Selatan adalah bukti bahwa memang telah terjadi pelanggaran HAM berat. Pemerintah Thailand harus bertanggung jawab atas masalah ini dan ikut serta dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang sesungguhnya demi menciptakan perdamaian, bukan malah menebar teror dan menjadikan Selatan Thailand  wajah horor bagi penduduknya dan para pendatang. Jika pembantaian ini dibiarkan dan dianggap hal biasa, berarti jelas sudah bahwa tindakan genosida atau pemusnahan massal terhadap etnis Malayu Patani benar-benar telah terjadi di Thailand Selatan. Masihkan dunia internasional membisu atas tragedi berdarah ini?

Selasa, Mei 22, 2012

Semester Tahun Baru, 5.000 Tentara Dikerahkan ke Selatan Thailand

 
Lebih dari 5.000 tentara telah dikerahkan ke pedalaman Thailand Selatan untuk menjamin keselamatan guru dan siswa selama semester pertama tahun ajaran baru, kata kepala militer Jenderal Prayuth Chan-ocha, Kamis (17/5). 

Lebih dari 5.000 tentara dikerahkan untuk memberikan keamanan bagi sekitar 400 sekolah di tiga provinsi selatan Yala, Pattani dan Narathiwat guna mengawal pekerja pendidikan dan siswa saat melakukan perjalanan dari rumah mereka ke sekolah. 

Kepala tentara menjelaskan lebih lanjut bahwa sekitar 10 tentara dikerahkan untuk melindungi guru dan siswa untuk setiap perjalanan. 

Sejak kebangkitan aksi perlawanan pada Januari 2004, lebih dari 11.000 insiden kekerasan terjadi di tiga provinsi perbatasan selatan --yang dulunya bagian dari kesultanan independen Patani. 

Secara keseluruhan, lebih dari 5.200 orang tewas dan hampir 8.000 terluka.   

Selasa, Mei 15, 2012

9 Tahun Konflik, 160 Miliar Baht Memadamkan Kerusuhan di Ujung Selatan

...Pemerintah kolonial Siam-Thailand telah menghabiskan sekitar 160 miliar Baht (-+Rp 47,5 trilyun) secara total dalam usaha untuk memadamkan kerusuhan di ujung Selatan sejak meletus 'Obor  Revolusi Kemerdekaan Patani' kembali pada Januari 2004, dan sejauh ini tidak berhasil..''

Pemerintah Thailand dari berbagai tingkatan telah menghabiskan sekitar 160 miliar Baht (-+Rp 47,5 trilyun) secara total dalam usaha untuk memadamkan kerusuhan di ujung Selatan sejak meletus kembali pada Januari 2004, dan sejauh ini tidak berhasil, kata kepala Dewan Penasihat Administrasi dan Pengembangan Provinsi Perbatasan Selatan, Pakorn Preechawuthidech, Selasa (8/5/2012).

Pakorn Preechawuthidech mengatakan sekitar 60.000 tentara telah dikirim ke wilayah Selatan, untuk menambah kekuatan polis, pegawai negeri, relawan bersenjata dan pasukan paramiliter yang dikerahkan di sana, tapi kekerasan di wilayah ini masih terus berlanjut.


Dia mengatakan harus ada pembicaraan, terutama tentang proses peradilan, karena ketika para tersangka pejuang Patani muncul di pengadilan, mereka sering harus dibebaskan karena kurangnya bukti atau saksi.
Hal ini mencerminkan tidak efektifnya operasi saat ini. Bahkan jaringan unit tentera bersenjata pejuang kemerdekaan Patani telah berkembang, kata Pakorn. 

Dia mengatakan tidak ada jaminan bahwa negosiasi antara pejabat pemerintah dan Pejuang Kemerdekaan Patani akan mengakhiri kekerasan. 
"Saya tidak tahu siapa yang akan menjadi peserta rapat karena kelompok pejuang Barisan Revolusi Nasional (BRN) Kordinat kini terbagi menjadi dua sub-kelompok, dan saya tidak tahu apakah mereka dapat mengadakan pembicaraan dengan unit angkatan bersenjata atau Runda Kumpulan Kecil (RKK ), "katanya.
Hingga kini lebih dari 5.000 orang telah tewas dan lebih dari 8.400 terluka di tiga provinsi perbatasan selatan dan empat distrik di Songkhla sejak kekerasan bersenjata meletus kembali pada Januari 2004, menurut Deep South Watch- lembaga yang memantau konflik di provinsi selatan. 

Pada Maret, sebanyak 56 orang tewas dan 547 cedera dalam kekerasan terkait pemberontakan di wilayah tersebut.

Provinsi Patani, Yala, Narathiwat yang berpenduduk majoriti Muslim di selatan Thailand dulunya merupakan wilayah Kesultanan Melayu Patani sampai dianeksasi oleh kerajaan Buddha Thailand pada 1902. Sejak itu perjuangan umat Melayu Islam untuk memisahkan diri karena tindakan sewenang-wenang pemerintah pusat mulai terjadi.

Senin, Mei 14, 2012

Serangan Bom Palang Merah Fair


Serangan Bom Palang Merah Fair di Provinsi Pattani 15 Relawan Militer Terluka Sementara Palang Merah Fair di Provinsi Narathiwat 7 Orang Luka-luka



Selama dua pameran Palang Merah di Thailand selatan, 17 relawan paramiliter dan warga sipil terluka dalam ledakan di Provinsi Pattani, saat mereka dalam perjalanan pulang dari pameran.

Sementara itu tujuh orang lainnya luka-luka setelah serangan granat di pameran lain di Provinsi Narathiwat, kata media lokal dalam laporannya Senin (14/5).

Tujuh belas orang - 15 relawan paramiliter dan dua warga sipil - yang ditugaskan untuk mengamankan keselamatan Palang Merah Fair di Pattani selatan terluka dalam serangan bom saat pulang dari tugas mereka sekitar tengah malam pada Minggu.

Menurut polis, para penyerang meledakkan bom yang digantungkan di rambu-rambu jalan pada saat truk yang membawa pihak berwenang melewati jalan lokal Nomor 42 yang menghubungkan pusat kota Pattani dan sebuah kamp militer di distrik lain.

Dalam perkembangan terkait, tujuh orang - seorang polis, relawan paramiliter dan lima warga sipil - mengalami luka-luka dalam serangan granat pada Minggu malam di pusat kota Provinsi Narathiwat.

Laporan-laporan mengatakan dua pria dengan sepeda motor melemparkan granat tangan M67 dan M29 ke satu pos pemeriksaan di pameran Palang Merah, sementara pasukan gabungan polis, militer dan otoritas sedang memeriksa kendaraan menuju ke pameran. Namun, hanya M29 yang meledak. 

Sejak kebangkitan Obor Revolusi Kemerdekaan Patani pada Januari 2004, lebih dari 11.000 insiden kekerasan, 5.200 orang tewas dan hampir 8.000 lainnya terluka.

Minggu, Mei 13, 2012

PM Thailand Kunjungi Bahrain Qatar: Dukungan Bahrain Penanganan Masalah Selatan Thailand

Thailand menyatakan terima kasih pada dukungan Bahrain untuk penanganan masalah Thailand Selatan meliputi tiga provinsi paling selatan melalui Organisasi Kerja sama Islam (OKI). 

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra secara resmi mengunjungi Bahrain dan Qatar antara 13-16 Mei untuk membina hubungan dan mengupayakan kerja sama, terutama investasi dari negara-negara Timur Tengah. 

Yingluck dan rombongannya meninggalkan Thailand pada pukul 12.50, Minggu (13/5), untuk mengunjungi Manama, Bahrain, selama 13-15 Mei kemudian ke Doha, Qatar, selama 15-16 Mei.

Tujuan utama kunjungan itu untuk memperkuat hubungan di semua tingkatan dan mempromosikan kerja sama yang baik di semua dimensi. 

Selama ke Bahrain, Yingluck dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Hamad bin Isa Al dan Pangeran Salman bin Hamad Al-Khalifa Khalifa. 

Perdana menteri Thailand membawa delegasi terdiri para pejabat dan perwakilan bisnis itu untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Bahrain Pangeran Khalifa Bin Salman Al-Khalifa serta menghadiri sidang paripurna antara Thailand dan Bahrain.

Diskusi bilateral akan mencakup masalah bilateral dan multilateral. Thailand dan Bahrain memiliki hubungan saling menguntungkan. 

Thailand akan menyatakan terima kasih pada dukungan Bahrain untuk penanganan masalah Thailand selatan meliputi tiga provinsi paling selatan melalui Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Sumber dari :
www.mediaindonesia.com

Kamis, Mei 10, 2012

Lawatan OIC Ke Selatan Thailand: 'Youth Student Network and Civil Society For Peace in Patani' Menyampaikan Surat Rasmi Kepada Sekretaris OIC


Di Selatan Thailand, Penasihat Sekretaris Sekjen Organisasi Conferensi Islam (OIC) H.E. Mr. Sayed Kassem El- Masry mengunjungi provinsi-provinsi perbatasan selatan Thailand yang bergolak pada tanggal 8 sampai dengan 11 Mei.


OIC, dengan 57 negara anggota, bertujuan melindungi kepentingan dan memastikan kemajuan dan kesejahteraan umat Islam, demikian menurut Kantor Berita Islam Internasional. Thailand bukan anggota, tetapi telah menjadi negara pengamat sejak tahun 1998.

Seperti dikutip The Bangkok Post, Yutthasak mengatakan bahwa ia tidak tahu dengan siapa delegasi OIC berencana untuk berbicara atau apakah mereka akan melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah yang lebih bergolak di Ujung Selatan. 

Dia juga menyatakan kekhawatiran bahwa para Pejuang Kemerdekaan Patani di wilayah tersebut akan menggunakan lebih banyak aksi gerakan geriliya selama kunjungan yang telah direncanakan tersebut untuk menarik perhatian tim OIC. Ia mengatakan bahwa pasukan keamanan telah disiagakan untuk kemungkinan ini.

Kunjungan Penasihat Sekretaris Sekjen Organisasi Conferensi Islam (OIC) H.E. Mr. Sayed Kassem El- Masry di provinsi Selatan Thailand kali ini, disambut 30 Mahasiswa dari 'Youth Student Network and Civil Society For Peace in Patani . Dengan pendekatan kali ini terdapat jaringan 'Youth Student Network and Civil Society For Peace in Patani ' menawarkan 2 tuntutan pada pihak OIC:

        1. OIC harus membentuk 'komite ad hoc' untuk mendorong perdamaian di Selatan Thailand.

        2. OIC harus terbuka untuk mendengarkan fakta-fakta berbagai pihak. Terutama terbuka pada pihak organisasi-organisasi dari pemuda, Organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di daerah tersebut yang telah disajikan dalam pertukaran formal yang rasmi d
i berbagai pihak ini.

Selasa, Mei 08, 2012

Fajar Menyingsing di Langit Patani

........... Buku Fajar Menyinsing di Langit Patani dapat merakamkan detik-detik cemas dari  pemimpin warga masyarakat Melayu setempat, dan dari sudut pandangan Mahasiswa di Selatan Thailand,   yang berjuang menentang penindasan etnik dan agama oleh kerajaan Siam ke atas etnisnya. Dihurung emosi dan tiupan roh perjuangan menegakkan keadilan dan kedamaian bagi bangsa Melayu Islam Patani, buku ini mengheret jiwa dan minda atas keperihatinan nasib anak bangsa Melayu Patani di sini.

Dapatkan segera HUBUNGI: 0194251360 (Malaysia).

Fajar Menyingsing di Langit Patani
Penulis : Siti Munirah Abd. Rashid
Penerbit : Mazni Irfan Publication
ISBN : 978-967-0409-00-9
Harga RM15.00 (TIDAK TERMASUK POS)
Halaman: 112 muka surat

Kamis, Mei 03, 2012

“It`s a Malay world!, Orae Nayu Kecek Nayu..’’


Sebagian besar masyarakat Patani, utamanya kalangan dewasa hingga tua, lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Patani atau Kecek Nayu (dialek Melayu). Telinga Indonesia mungkin agak sulit menangkap percakapan dalam Kecek Nayu apabila mereka berbicara cepat. Namun apabila berbicara lambat, maka banyak kesamaan bahasa dengan Melayu Malaysia ataupun Bahasa Indonesia. Mereka menyebut `Babo` untuk memanggil `Bapak.` Menyebut `Toh Ayah` untuk memanggil Kakek dan `Siti` untuk memanggil `Nenek.` Menyebut dirinya sendiri sebagai Orae Nayu (orang Melayu).

Anak-anak muda Melayu di selatan Thailand jika hari sabtu dan minggu yang libur, anak anak muda ini akan belajar madrasah di masjid atau di gedung sekolah, jadi anak anak sekolah madrasah belajar mengaji, belajar bahasa Arab dan juga belajar bahasa Melayu. Sehari harinya, hari lain disini, hari isnin sampai dengan jumaat, anak anak ini akan belajar di sekolah nasional, sekolah Siam

Secara bahasa maupun kultural, Melayu Patani amat dekat dengan Melayu Kelantan (Malaysia). Karena secara geografis mereka bersisian dan secara historis adalah bagian dari kesultanan yang sama lima abad Silam.

Razia Menyusul Pembunuhan Kamnan - Katua RT


Keaadaan Mobil Kamnan - Katua RT Sangworn Suvanrach 
Pasukan paramiliter penjaga keamanan dan polis merazia rumah-rumah di distrik Chanae saat fajar, Kamis (3 Mei), guna mencari tersangka dalam pembunuhan dua relawan keamanan awal pekan ini.

Pihak berwenang menggeledah 150 rumah dan menyita dua senapan serta tiga kotak amunisi M16 dan kaliber 22, demikian menurut laporan beberapa media.

Razia itu menyusul penembak pada hari Selasa malam terhadap dua relawan pertahanan, yang ditembak mati di pos pemeriksaan keamanan mereka di depan sebuah sekolah.

Tiga anggota lain dari unit mereka baru saja meninggalkan pos itu ketika beberapa orang yang berboncengan di atas sepeda motor datang dan melepaskan tembakan, demikian tulis The Bangkok Post.

Sebelum melarikan diri, para penyerang mengambil senapan AK-47 dan pistol 9 mm dari korban mereka dan menempatkan dua bom rakitan di dekatnya, namun para ahli bom mampu menghancurkan bahan peledak itu, demikian tulis The Post. 

Secara terpisah, sejumlah pria bersenjata dalam sebuah truk bak terbuka menembak dan menewaskan seorang Kamnan - Katua RT (aparat pemerintah) dan tiga wakilnya saat mereka dalam perjalanan pulang dari pertemuan di distrik Saiburi, Pattani, pada hari Kamis sore. Keempat korban, yang penuh luka tembak itu, meninggal di tempat. 

Para penembak kemudian mengambil dari mobil itu senapan serta uang tunai 300.000 baht ($9.700) yang akan di gaji para relawan keamanan desa Tambon Thung Kla, demikian tulis The Post.

Rabu, Mei 02, 2012

Bom Sepeda Motor, 3 Tentera Kolonial Tewas 7 Luka Parah


Serangan bom sepeda motor datang hanya dua hari setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengunjungi pedalaman Selatan di daerah Yarang yang berdekatan dengan daerah Mae Lan provinsi Pattani.

Tiga tentara ranger militer Thailand tewas dan tujuh lainnya terluka oleh sebuah bom sepeda motor di distrik Mea Lan Patani Selasa (1/5/2012).

Ledakan itu terjadi di Jalan Raya Patani-Yala No.418 di Ban Wang Kwang di Tambon Pa Rai distrik Mae Lan ketika para tentara yang menaiki dua truk dan dua pickup melewati sepeda motor yang diparkir saat mereka pindah ke kamp baru mereka di distrik Yarang.

Dua tentara ranger, Chokchai Chaisith dan Prasert Thopna, tewas seketika.

Chakrit Iamniewngam, ranger lain mengalami luka serius dan dibawa ke Rumah Sakit Yala, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal. Tujuh tentara lainnya yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Patani.

Polis mengatakan sekitar 50 tentara ranger dari Divisi Ranger ke-22 bergerak dari basis lama mereka di distrik Nong Chik ke basis baru di distrik Yarang menggunakan dua pickup dan dua truk.

Sebuah pickup memimpin konvoi, diikuti dua truk dengan bak terbuka di belakang.

Sepeda motor, sarat dengan 5 kg bahan peledak, diparkir di pinggir jalan di Ban Wang Kwang dan diledakkan dengan radio, membunuh dan melukai dua ranger dalam truk pickup terakhir, kata polis.

Polis menemukan sepeda motor itu dicuri di Mae Lan bulan lalu dan menggunakan plat palsu. Mereka juga menyalahkan Pejuang Kemerdekaan Patani atas peristiwa tersebut.

Mae Lan adalah satu-satunya distrik di tiga provinsi selatan di mana dekrit darurat dicabut setelah situasi di sana membaik.

Serangan bom sepeda motor datang hanya dua hari setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengunjungi pedalaman Selatan.

Setidaknya menurut Reuters 5.000 orang tewas di Thailand selatan sejak tahun 2004 dalam konflik dikaitkan dengan pejuang pembebasan Patani dengan kerajaan Siam-Thai.

Thailand didominasi Buddha tetapi tiga provinsi paling selatan Pattani, Yala dan Narathiwat adalah etnis Melayu Muslim yang didominasi dan adalah bagian dari Kesultanan Melayu PATANI sampai dianeksasi independen oleh colonial Siam-Thailand pada tahun 1909.

Walisongo Mediation Centre (WMC): Melayu Patani Patut Menentu Nasib Sendiri.


Melayu Muslim Selatan Thailand (Patani) patut menentukan nasib mereka sendiri. Diungkapkan Proffesor Abdusshakur Bin Shafi-e dalam dialog Walisongo Mediation Centre (WMC)

Walisongo Mediation Centre (WMC) lakukan mediasi Muslim Selatan Thailand (Patani) belum lama ini. Melayu Muslim Selatan Thailand (Patani) patut menentukan nasib mereka sendiri. Pasalnya,  Islam di Thailand merupakan agama kedua selepas agama Buddha dan juga agama minority di sana. Umat Islam di Selatan Thailand jumlahnya 6.5 Juta dengan presentase 10% saja, terbagi menjadi 2 bagian, Melayu Muslim dan non-Melayu.

Muslim Melayu atau Patani bertempat di Wilayah Selatan Thailand yaitu: Patani, Yala, Narathiwat, dan Songkala. Hal ini diungkapkan Proffesor Abdusshakur Bin Shafi-e, PATANI Thailand di sela-sela dialog antar umat beragama, di Aula Walisongo Mediation Centre IAIN Walisongo, Kamis, 15/3/2012.

“Dari Januari 2004 hingga November 2011 peristiwa telah berlaku sebanyak 11,332 kali. Jumlah terkorban sebanyak 4.984 orang, 8.311 orang cedera. Dengan rata-rata sebanyak 2 orang meninggal per hari. Sebanyak 59% yang jadi korban adalah Muslim,” Tandasnya.

Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc. Sc. Menambahkan, bahwa kasus konflik di Patani Selatan Thailand perlu mediasi dan penanganan secepat  mungkin. “Karena ini menyangkut banyak warga Melayu muslim di wilayah Selalan Thailand,” ungkapnya.

Enam Perdana Menteri barganti, Komandan Tentara, dan 60,000 tentara polis melakukan aksi keganasannya. Sehingga selama delapan tahun berlalu banyak memakan korban. 

Pandangan Dr. Rorert Rosper mengatakan, Jalan keluar dan penyelesaian sekarang yaitu, Pertama, perlu adanya dialog antara gerakan-gerakan Pejuang Kebebasan Patani, dengan Kerajaan Siam-Thai; Kedua, dialog dan peranan NGO-NGO bebas dan Kaedah; Ketiga dialog dan peranan Rakyat atau warga masyarakat Melayu sendiri.

Sumber dari: http://www.walisongo.ac.id/

Selasa, Mei 01, 2012

Air Mata ISLAM PATANI

Palestin di Asia Tenggara


DAPATKAN BUKU INI SEKARANG JUGA HUBUNGI: 0194251360 (Malaysia).
 
Tajuk : Air Mata Islam Patani
Pengarang : AMAN Patani
Penerbit : Mazni Irfan Publication
ISBN : 978-967-0409-01-6
Harga: RM10.00 (TIDAK TERMASUK POS)
Halaman: 80 muka surat